UNGKAPAN RAYU
Hibur hibur kau merayu
Menembus jantung mengayun dada
Memang tak terpaku pada rona, lalu apa alasan membuai suka?
Kau hembuskan angin sukma hingga butir debu terbang dari pori pori muka
Bilang saja dia bak rembulan malam yang menghiasi kelam
Agar dia gemulai lalai
Ayo dik.. mendekat lah
Ada segumpal daging di mata,
Netra pun bisa melihat tanpa meraba
Karena hati kita bisa padu dalam cumbu dan rayu
Duhai kekasih..
Dekap lah aku
Akan ku hias rupa antara dagu dan hidung mu..
Moenandar
Mandailing 14 februari 2018
#mulai_menua

0 Komentar