Penularan Bahasa Daerah

 10 tahun sudah saya tinggal di Kota Padangsidimpuan, Kota Salak julukannya, dan tentu sudah banyak pula saya berjumpa dengan orang dari etnis, budaya, dan bahasa yang berbeda pula. Bukan men"judge" bahwa beberapa orang perantau dan Mahasiswa sering mangata-ngatai atau mengejek dengan bahasa ibu, saya yakin banyak perantau dan Mahasiswa yang sangat baik budi pekertinya karena dia tahu dia berada di rantau orang.


Perantau dan Mahasiswa dengan bahasa ibunya sendiri yang tidak dimengerti oleh orang lain, pergunakanlah seperlunya. Karena bahasa merupakan salah satu ciri khas daerah tersebut.


Di tempat saya berdomisili saat ini Saya kerap dapat pertanyaan dari teman teman perantau atau Mahasiswa dengan daerah etnis, budaya dan bahasa yang berbeda "apasih artinya ini" (umpatan atau kata yang tidak enak didengar). Sangat tidak nyaman akan situasi itu.


Siapapun anda, dimanapun anda merantau atau bersekolah dimanapun. Tolonglah  jangan sampai bahasa kampung halaman kita hanya dikenal dengan bahasa umpatan atau berupa ejekan sejenisnya.

Posting Komentar

0 Komentar