Bag. 3 Perjuangan Generasi Muda sebagai Generasi Penerus



Pemuda dan Pembangunan

Seperti telah dikemukakan, Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan UUD 1945 tidak dapat dipisahkan. Proklamasi merupakan titik puncak perjuangan bangsa Indonesia yang didorohg oleh penderitaan rakyat dan dijiwai nilai-nilai empat lima, yang dilengkapi dengan batang tubuh UUD 1945, yang terdiri dari pasal-pasal sebagai pedoman pelaksanaannya.

salah satu jalan untuk mewujudkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Proklamasi dan UUD 1945 itu adalah pembangunan.

Pembangunan itu sendiri sangat luas dan beraneka ragam karena ia meliputi seluruh bidang kehidupan bangsa kita. Pembangunan bertujuan meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan seluruh Rakyat Indonesia secara spiritual dan berdasarkan pancasila, oleh karena itu, seluruh rakyat Indonesia harus dapat berperan aktif di dalamnya dan hasil pembangunan itu harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara merata.

Agar pembangunan dapat terarah dalam mencapai tujuannya, aturan dan pola pembangunan terdapat dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), yang secara operasional dan bertahap terjabar secara tahunan dalam rangkaian Pelita. Jelaslah bahwa kita, warga negara Indonesia, termasuk pemuda wajib bersama-sama ikut serta dalam melaksanakan Pelita itu.

Fungsi pemuda dalam pembangunan itu, antara lain:

a) Menyiapkan diri agar pada waktunya nanti dapat melanjutkan pembangunan. Untuk itu, para pemuda harus belajar dengan giat mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, serta mencari keahlian setinggi-tingginya dalam berbagai bidang pembangunan.

b) Ikut serta dalam pembangunan. Hal ini berarti bahwa disamping belajar, para pemuda dituntut pula agar turut serta secara aktif dan positif dalam pembangunan. Keikutsertaan itu dapat bermanfaat bagi pemuda itu sendiri atau bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Tentu saja agar para pemuda dapat berfungsi dalam pembangunan, mereka perlu memiliki kemauan dan kemampuan serta fasilitas yang menunjangnya.

Posting Komentar

0 Komentar