Bag. 5 Perjuangan Generasi Muda sebagai Generasi Penerus



Generasi Penerus

Pemuda Adalah Harapan Bangsa, demikian salah satu semboyan kita, yang dapat diartikan bahwa nasib suatu bangsa terletak di tangan para pemudanya, dengan kata lain, pemuda merupakan generasi penerus suatu bangsa.

Dalam GBHN 1983 dinyatakan, bahwa generasi muda adalah penerus cita-cita perjuangam bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Oleh karena itu perlu ditingkatkan upaya pembinaan dan pengembangan generasi muda secara terus-menerus dalam kerangka pendidikan nasional. Pembinaan dan pengembangan generasi muda menuntut partisipasi dan tangung jawab semua pihak dan untuk itu perlu ditingkatkan kebijaksanaan nasional tentang kepemudaan yang menyeluruh dan terpadu.

Pembinaan dan pengembangan generasi muda bertujuan untuk mewujudkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional yang pancasilais, dan dilaksanakan melalui usaha-usaha meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menanamkan dan menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara, mempertebal idealisme, semangat patriotisme dan harga diri, memperkokoh kepribadian dan disiplin, mempertinggi budi pekerti, memupuk kesegaran jasmani dan daya kreasi, mengembangkan kepemimpinan, ilmu, keterampilan dan kepeloporan serta mendorong partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan dalam pelaksanaan pembangunan nasional.

Pengembangan wadah-wadah pembinaan generasi muda seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan organisasi mahasiswa dilingkungan perguruan tinggi, organisasi fungsional pemuda seperti antara lain KNPI, PRAMUKA,KARANG TARUNA, organisasi olahraga dan lain-lain, perlu dipelihara suasana yang sehat agar kreativitas dan tanggung jawab semakin berkembang serta diusahakan bertambahnya fasilitas dan sarana yang memungkinkan peningkatan dan pengembangan kegiatan generasi muda.

Pemuda yang sekaligus merupakan generasi penerus, wajib mempelajari dan menghayati keadaan Negara dan bangsa kita sebagai organisasi serta aturan-aturan yang berlaku di dalamnya. Pemuda wajib belajar dan mencari pengalaman organisasi, mulai dari yang sederhana sampai dengan yang tertinggi. Dengan demikian mereka dapat mempersiapkan diri sehingga pada saatnya mereka dapat menduduki jabatan tertentu dalam negara atau masyarakat dengan fungsi dan tanggung jawab yang tertentu.

Rumah tangga suatu keluarga dapat dipandang sebagi unit tekecil organisasi manusia, yang kemudian meningkat menjadi rukun tetangga (RT), rukun kampung (RK), dan lingkungan. Lembaga tertinggi negara di negara kita adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menurut UUD 1945 MPR adalah lembaga tertinggi dan pemegang kedaulatan rakyat. MPR memberikan mandatnya kepada presiden. guna melaksanakan pemerintahan, presiden dibantu oleh para menteri, yang bertanggung jawab kepadanya.

Pemuda wajib memahami organisasi Negara atau masyarakatnya. Dalam rangka mempersiapkan diri sebagai generasi penerus, pemuda harus dapat pula mewarisi nilai-nilai luhur bangsa. patriotisme, yaitu jiwa dan semangat kepahlawanan, dan nasionalisme yang tidak sempit, yaitu cinta pada tanah air dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain, harus dipelajari dan dihayati oleh pemuda.

Sikap percaya kepada diri sendiri, mau dan mampu bekerja keras, serta dapat bekerja sama dengan orang lain merupakan faktor-faktor yang perlu diketahui dan dikembangkan oleh para pemuda. Pengenalan para pemimpin dan pahlawan bangsa merupakan tindakan memperbesar patriotisme para pemuda. Kebangsaan terhadap bangsa dan tanah air sendiri serta rasa hormat kepada para pahlawan merupakan cita-cita kita bersama.

Peringatan hari-hati besar nasional, seperti hari pahlawan, dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengenalkan pahlawan bangsa kita serta mangajarkan patriotisme kepada masyarakat. Pada peringatan-peringatan itu dapat dibacakan riwayat dan hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai oleh para pahlawan itu. pemerintah dapat mengusahakan hal ini.

Pengenalan pahlawan dapat juga dilakukan dengan melalui sarana komunikasi yang lain. Pemuatan karangan tentang pahlawan di koran-koran atau majalah dapat membantu pemerintah mewujudkan hal itu. Radio, film, dan televisi dapat pula dimanfaatkan untuk siaran tentang pahlawan atau tokoh-tokoh bangsa Indonesia.

Pemerintah perlu juga mengusahakan penulisan biografi para pemimpin dan pahlawan bangsa. Disamping itu, pemerintah perlu mengusahakan agar buku-buku tentang pemimpin dan pahlawan bangsa itu dapat disebarkan secara meluas kepada masyarakat.

Pemuda sebagai generasi penerus, tidak dapat diabaikan atau dipisahkan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar