Begitu ramai kota ini,
dengan bermacam pakaian mereka bersolek, dan merapikan rambut, didepan cermin yang tak pernah bedusta.
Jika dilihat dari seberang istana, peluh diseka dengan baju jahitan ala kadarnya, dan asap mengepul wajah mereka, berbanding terbalik dengan istana, ruangan tampa pengap dan segar udara, serta baju bersih, berdasi, bergincu, mentereng, dan membusungkan dada.
Ya..!
Seperti tak mesyukuri nikmat. Karena nikmat itu direnggut dari oleh pihak istana, dan di pungut sisanya oleh seberang istana, itupun jika ada.!
Hidup di kota memang begitu adanya.!
Hiasan istana dikepala mereka, mengatur hak hak yang di amanahkan pada mereka, sedang hak sebrang istana, mereka seakan lupa, padahal mereka masih muda.
Hiasan istana itu bermacam rupa, dari yang bersuara mendayu, yang bersuara lantang akan hak-hak nya, yang berdiri di tepi jalan berteman asap mobil mewah dan mobil istana, dan yang terpaku dalam rumah menoton berita tentang banjir akibat ulah manusia.
Hidup memang susah-susah gampang.!
Di istana mereka tak suka memakan sisa orang, tapi suka merampas hak orang, di seberang istana. Mereka mengais apa yang mereka makan, mereka tau hak orang lain bukan hak nya.
Istana,,Istana..!
Mereka yang di seberang istana itu, hiasan istana.!
Hiasan kok sengsara, ada ada aja.!
Padangsidimpuan, 06 Januari 2017
By Haris Munandar
0 Komentar