Dalam Buku SEJARAH PERJUANGAN PERGERAKAN KEBABGSAAN INDONESIA
Bag.1 Pemuda dan Perjuangan Merebut Kemerdekaan
Kurang lebih tiga setengah abad bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing. Penjajahan yang cukup lama itu telah menimbulkan penderitaan lahir dan batin bagi seluruh bangsa Indonesia. Kekayaan alam Indonesia hampir habis diambil oleh penjajah. Dengan kejam telah menindas bangsa Indonesia.
Karena penderitaan yang dialaminya itu, sadar dan bangkitlah pemuda Indonesia untuk melawan dan mengusir penjajah dari bumi tercinta ini. Bermacam-macam pemberontakan timbul diberbagai daerah. Di tanah air misalnya, di Aceh di bawah pimpinan Teuku Umar, Sumatera Barat dibawah pimpinan Imam Bonjol, di Jawa Tengah di bawah pimpinan Hasanuddin. Yang memberontak adalah putra-putra Indonesia yang tidak rela bangsanya hidup melarat dan menderita di bawah cengkeraman penjajah.
Karena persenjataan pemuda Indonesia masih sangat sederhana, yang terdiri dari keris, bambu runcing, tombak dan lain-lain, banyak pemberontakan itu dapat digagalkan oleh penjajah. Namun, dengan kegagalan itu semangat menentang penjajah menjadi lebih berkobar lagi.
"Mati satu tumbuh seribu" Merupakan Semboyan bangsa Indonesia Yang menggambarkan betapa gigihnya perjuangan pemuda Indonesia. Perjuangan itu didorong oleh tuntutan manusiawi kita yang paling luhur, yaitu dorongan untuk memperoleh kemenangan. Kita yakin bahwa dorongan untuk merdeka dan lepas dari segala penjajahan akhirnya pasti akan berhasil meskipun selalu meminta pengorbanan yang besar dari putra-putra Indonesia atau dari pahlawan-pahlawannya. Hal itu merupakan pengorbanan yang suci dan luhur.
Perjuangan merebut kemerdekaan yang pada mulanya merupakan perjuangan kedaerahan lama-kelamaan meningkat dan menjadi perjuangan nasional. Budi Utomo, yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908 dan dipelopori oleh dr. Sutomo, merupakan awal perjuangan nasional merebut kemerdekaan yang berhasil. Mulai saat itu perjuangan merebut kemerdekaan makin luas dan makin kuat karena sudah mulai terkordinasi dan tidak terpecah-pecah lagi seperti pada waktu-waktu sebelumnya.
Dengan ditumbuhkannya kesadaran memperoleh dan mengembangkan pendidikan oleh Budi Utomo, perjuangan merebut kemerdekaan itu tidak lagi hanya merupakan perjuangan fisik tetapi juga meliputi bidang-bidang kehidupan yang lain.
Penjajah tidak tinggal diam dalam menghadapi pemuda Indonesia yang berjuang merebut kemerdekaan bangsanya itu. Penindasan terhadap perjuangan kemerdekaan makin diperkeras oleh kaum penjajah. Namun, pemuda Indonesia tidak gentar menghadapi menghadapi hal itu. Bahkan, mereka menyelenggarakan Kongres Pemuda Indonesia yang pertama pada 28 Oktober 1928 di Jakarta. Hasil kongres itu berupa kebulatan tekad pemuda Indonesia yang terkenal dengan Sumpah Pemuda. Kongres itu telah menghasilkan dua hal sekaligus, yakni membangkitkan semangat juang dan rasa persatuan seluruh bangsa Indonesia serta merupakan hantaman yang keras bagi penjajah sehingga para pemuda kita mulai dapat menurunkan sikap mental penjajah itu.
Perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah oleh kaum pemuda kita telah mencapai puncaknya dan bersama dengan rakyat akhirnya mereka dapat mengusir penjajah dari bumi Indonesia tercinta ini.

0 Komentar