Antara Kau dan Politik

Syukuri, Nikmati, jalani

Begitu lembut kata kata mu, sampai tak kusadari nyamuk telah menggigit tanganku. Yang saat itu menggenggam tangan mu, di bawah pohon mangga di samping rumah mu, diterangi lampu temaram, menambah kuning Langsat wajahmu dan menghilangkan jerawat cinta di pipi mu.


Mengapa kamu begitu risih, sudah mulai hilanglah bedak mu.?

Jangan khawatir lampu temaram itu yang jadi bedak mu.


Maaf ini bukan politik. Karena politik itu kejam. Tidak kenal siapa pun, tapi aku mengenal mu.


Aku bosan mengenal para penjilat di negeri ini, yang kata kata nya lembut seperti katamu, untung saja aku masih paham, mana kekasih dan mana ular lidi.


Padang Nadimpu

Moen, 29 Juni 2021

#mulai_menua




 

Posting Komentar

1 Komentar